Sunday, October 16, 2011

Belajarlah Kreativitas Sampai Australia


Ada pepatah yang mengatakan ‘Belajarlah sampai Negeri Cina’. Ternyata benar bahwa kita harus banyak belajar dari Cina. Amerika bangkrut, Eropa dilanda krisis, Cina masih berjaya.  Ada yang mengatakan sebagian besar Amerika kini sudah menjadi milik Cina. Ada benarnya, karena  Cina banyak berinvestasi di sana.

Sayangnya saya belum punya kesempatan ke sana, malahan saya sekarang terdampar dengan nikmat di Australia. Ini terdampar kedua setelah sempat belajar selama hampir dua tahun di Perth. Disyukuri saja karena selama tiga bulan lebih di ibukota Western Australia ini, saya banyak belajar tentang kreativitas di sini.
Dengan menerapkan ilmu ‘Lirak-Lirik, Mudah Terangsang dan Tidak Pernah Puas’ (baca 'Surabaya itu Kota Kreatif'), saya menemukan hal-hal yang bisa kita ATM: Amati, Tiru, Modifikasi bahkan bisa memancing kita untuk menghasilkan inovasi.

Kreativitas banyak muncul di sini mungkin salah satunya karena orang ‘dipaksa’, mengingat sumber daya manusia (SDM) yang mahal. Mereka dituntut untuk bisa bekerja efisien dan efektif serta tampil beda untuk bisa memenangkan persaingan.

Kalau dibilang hidup di Australia lebih enak, sejatinya Indonesia lebih nikmat. Bukan hanya karena tidak ada pembantu dan sopir, tapi karena mahalnya SDM, pekerja harus serba bisa. Ambil contoh seorang Manager restoran. Kalau di Indonesia, dia kerjanya bisa dikatakan cuman ‘nyuruh-nyuruh’ dan ‘tukang ngatur’. Di Perth, dia harus mau menjadi kasir, membuat makanan dan minuman sampai membersihkan lantai dan dapur, pekerjaan yang akan menurunkan gengsi kalau dikerjakan di Indonesia. Manager gitu loh!.

Banyak hal-hal yang tampaknya kecil dan sederhana yang bisa menjadi inspirasi bagi kita semua. Kreativitas itu tidak selalu untuk hal-hal besar, bukan juga yang berkaitan dengan seni (baca 'Kreatif atau Mati!).

Masih ingat saat air minum dalam gelas baru diperkenalkan, begitu susahnya untuk menusukkan sedotan airnya.  Hanya dengan memotong miring ujungnya, persoalan jadi selesai. Sekarang tidak sesusah dulu untuk menusukkan sedotan (meskipun kadang-kadang untuk merek tertentu juga masih susah...).

Masih tentang sedotan, ada produk kreatif (karena beda dengan yang lain) dan inovatif (karena sudah beredar di masyarakat) yang menjawab kebutuhan para Ibu agar anaknya dengan senang hati minum susu. Kalau di Indonesia, ini masalah para babby sitter atau pembantu.

Nama produknya Sipahh, Milk flavouring straws . Sedotan ini ada butiran-butiran dengan rasa coklat atau strawberry di dalamnya. Sehingga susu putih biasa kalau disedot dengan Sipaah akan ada rasanya. Bukan hanya rasanya, tetapi unsur pengalaman yang lain yang menarik bagi anak-anak. Kalau menurut Oreo: diputar,dijilat, dicelupin, untuk Sipahh: dip (dicelupin), sip (disedot), say..Ahh!.  Dan hebatnya, produk ini sekali pakai, sehingga repeat buying akan terjadi. Di kemasannya ditulis bahwa paling enak kalau disedot tidak lebih dari lima menit dan digunakan hanya sekali.

Yang berikutnya adalah soal mencuci piring. Di Indonesia ini hanya menjadi masalah saat para mbak mudik lebaran. Di Australia mencuci puring adalah every body’s job, yang makan ya harus cuci piring sendiri. Memang ada mesin cuci piring, tapi masih banyak mereka yang tidak puas kalau tidak mencuci dengan tangan.

Biasanya kita mencuci piring dengan spon yang dicelupkan di cairan pembersih. Repotnya, tangan jadi kotor dan basah semua. Bagaimana kalau sponnya diberi tangkai, dan tangkainya berfungsi sekaligus sebagai semacam pipa yang bisa diisi dengan cairan pembersih dan akan keluar sedikit demi sedikit kalau sponnya ditekan?. Produk itu sudah beredar di masyarakat.  Inovasi yang sederhana tapi sangat bermanfaat.

Sekarang tentang public transport. Karena nyamannya, naik bis atau kereta merupakan pilihan yang menyenangkan. Terutama kalau berpergian ke pusat kota mengingat susahnya cari tempat parkir dan juga mahalnya biaya parkir. Majunya sarana tranportasi ini bukan berarti tanpa ‘gangguan’. Salah satunya adalah masalah vandalisme. Kereta di Perth pun tidak luput dari corat coret yang dilakukan mereka yang iseng dan sok jago. Biasanya mereka melakukannya di kaca jendela. Lalu apa cara kreatif yang dipilih untuk mencegah hal ini?. Selain melalui kampanye anti vandalisme yang dilakukan secara terintegrasi di banyak media, ada cara jitu yang dipilih. Supaya gampang membersihkan kaca kereta dari corat coret, mereka memasang semacam kaca film di kaca jendela kereta!. Sehingga kalau dicorat coret ya tinggal dilepas saja lapisannya dan diganti baru. Beres!.

Itu yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, dalam urusan yang lebih strategis pun Australia bisa menjadi tempat belajar tentang kreativitas. Salah satunya adalah bagaimana cara pemerintah (masih dalam pembahasan di tingkat DPR nya Australia) mengurangi emisi karbon. Salah satunya adalah dengan menerapkan Carbon Price, yaitu semacam restribusi yang harus dibayar oleh sekitar 500 perusahaan yang menyumbang polusi karbon terbesar. Cara ini diharapkan akan membuat para perusahaan berpikir keras untuk mengurangi emisi karbonnya. Walaupun cara ini masih menjadi perdebatan politis, tapi tampaknya cara ini akan menjadi pilihan jitu.

Hal lain yang dilakukan untuk mengurangi emisi karbon adalah dengan semaksimal mungkin menggunakan renewable energy. Pemerintah sangat getol menyerukan hal ini bahkan memberi subsidi. Sekarang mulai banyak rumah-rumah yang memasang solar cell di atap rumahnya sebagai pembangkit listrik karena mereka mendapat subisidi dari pemerintah.

Di Albany, bahkan sudah dibangun Wind Farm, pembangkit listrik tenaga angin yang mensupply 75% kebutuhan energi listrik kota berjarak 400 km dari Perth ini. Hebatnya, pembangkit ini didesain sedemikian rupa sehingga menjadi obyek wisata yang sangat indah.


Wind Farm di Albany

Lalu bagaimana dengan  pembelajaran tentang kreativitas dan inovasi?. Australia pun tidak kalah dengan negara lain. Tanggal 16-18 November nanti akan diadakan Creative Innovation 2011 di Melbourne. Konferensi ini akan menghadirkan para creative thinkers dan innovators kelas dunia. Edrward de Bono, yang bisa dikatakan sebagai bapak kreativitas kelas dunia juga akan hadir. Semoga semuanya lancar, sehingga saya juga bisa mengikuti master class langsung dari Edward de Bono.

Apakah kreativitas juga yang akan membuat Australia bertahan dari gempuran krisis ekonomi?. Kita yang akan menjadi saksi. Paling tidak sampai saat ini, Australia masih dalam posisi aman. Dampaknya belum kelihatan dan terasa. Bahkan dollar Australia pun masih cukup kuat.

Monday, September 5, 2011

Monday, March 7, 2011

Dahlan Iskan: Insan Kreatif Beneran


Pada acara MarkPlus Conference, Kamis 16  Desember 2010, Dahlan Iskan terpilih sebagai Marketer of The Year 2010. Sebuah penghargaan yang pantas dan hadiah yang tepat untuk merayakan satu tahun sebagai CEO PLN.

Dalam tulisan ‘Selalu Ada Yang Kreatif’ (Jawa Pos, 15 Juli 2010), kita sudah belajar bagaimana dengan kreatif Pak Dahlan memimpin Jawa Pos.Tapi tak ada salahnya kita belajar lagi dari sosok yang juga pantas digelari Creative Person of the Year ini.

Ketika masuk PLN, Pak Dahlan bukan hanya bonek tapi botif alias bondo kreatif!.

Apa yg dilakukan di PLN adalah hal-hal yang 'nemu ae', yang kadang tidak terlintas di pikiran kita. Salah satunya adalah tentang pendanaan. Banyak yg bertanya bagaimana begitu banyak ide bisa dijalankan dalam waktu singkat padahal PLN tidak punya uang?. Ternyata dengan kreatif Dahlan melakukan rekayasa finansial: menghentikan proyek yg 'tidak begitu penting' (karena proyek itu untuk menambah listrik di Jawa, padahal dengan manajemen yang baik, listrik di Jawa sampai 2015 sudah cukup) senilai Rp 15 triliun. Dari proyek ini PLN telah menyadangkan Rp 1,5 triliun sebagai dana penyertaan. Dana inilah yang dipakai untuk membiayai segala macam proyek untuk menutupi kekurangan listrik di luar Jawa yang sudah berlangsung puluhan tahun.

Pak Dahlan pun menuai kritik dari pemenang tender proyek tersebut. Tapi dia jalan terus. Memang ide kreatif membutuhkan nyali!.

Kalau dikaitkan dengan ‘3 Jurus Berpikir Kreatif ala Creathinx’ ternyata Pak Dahlan juga suka ‘Lirak Lirik, Mudah Terangang dan Tidak Pernah Puas!’. Perjalanannya ke berbagai penjuru tanah air yang sangat beresiko bagi kesehatannya (mengingat baru tiga tahun lalu menjalani tranplantasi hati) tentu saja dalam rangka Lirak Lirik.

Banyak hal yang dilihat dan didengarkan (bukan hanya didengar: masuk telinga kiri lalu keluar lagi) selama perjalannya yang menjadi pemicu pemikiran-pemikiran kreatifnya untuk menyelesaikan masalah di PLN.

Sebagai pebisnis yang mumpuni dan sukses membawa Jawa Pos menjadi raksasa media, Pak Dahlan pun masih Mudah Terangsang. Pak Dahlan bukan hanya mendengarkan ide-ide dari para pegawai PLN (yang hampir 20 diantaranya doktor dan 600nya lagi master) tapi melaksanakan ide-ide yang dianggap kreatif dan bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi PLN. Dahlan selalu menyempatkan diri untuk berdiskusi dan brainstorming dengan para karyawan di setiap kunjungannya.

Brainstorming seperti kita tahu akan melatih pikiran bawah kita untuk mudah terangsang dan semakin kreatif.

Pak Dahlan juga menerapkan jurus ketiga: 'Tidak Pernah Puas'. Rasanya setiap membaca tulisannya selalu saja ada ide-ide baru utk PLN, baik idenya sendiri maupun yang datang dari karyawan dan difasilitasi untuk terjadi. Salah satunya bagaimana Pak Dahlan menantang PLN Bengkulu yang hanya mempunyai satu Gardu Induk (GI) untuk membangun GI sendiri dari material-material yang ada di gudang-gudang proyek PLN di seluruh Indonesia.
Kita sering kali terjebak dengan hal-hal prosedural, sehingga tidak berani melakukan hal-hal yang kelihatannya aneh seperti membangun GI dari material-material dari daerah lain. Kita akan bertanya lha ini kan milik PLN daerah lain, bagaimana urusan inventaris dan lain lain.

Di awal kepemimpinannya di PLN, Dahlan sempat terbentur dengan hal-hal begini bahkan sampai menangis di DPR. Dalam wawancara di Majalah Marketeers (Januari 2011) Pak Dahlan mengatakan “Saya benar-benar tidak tahan menghadapi dilema ini: tunduk pada prosedur yang bisa menyengsarakan rakyat Palu dan Mataram, atau menabrak prosedur tapi krisis listrik di dua daerah itu segera teratasi. Saya putuskan saya tabrak prosedur. Kalau saya harus masuk penjara akan saya jalani. Yang saya tabrak adalah prosedur. Bukan memakan uangnya”. Setelah itu Pak Dahlan dan teman-teman di PLN (begitu Pak Dahlan menyebut stafnya di PLN) memperbaiki prosedur-prosedur yang selama ini rumit.

Apa yg bisa kita pelajari dari seorang pemimpin besar dan kreatif seperti Pak Dahlan?. Sangat terbuka dengan ide-ide baru dan dengan penuh percaya diri menjalankannya!. Tentu saja segala resiko juga sudah dihitung.

Pak Dahlan memang ISKAN (InSan Kreatif benerAN). Salut Pak!. Kami tunggu ide-ide lainnya yang sangat inspiratif.

Hengki Setiawan, Creativity Booster & Trainer - Founder of Creathinx, Creative Learning Xtre.






Sunday, December 19, 2010

HK: Hermawan Kreatif


(Dimuat di Jawa Pos, Kamis 16 Desember 2010)

Hermawan Kartajaya yang biasa disebut sebagai HK, tanggal 15 Desember ini mendapat  Doctor Honoris Causa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.  Tampaknya, nama arek Kapasari yang kondang sebagai marketing guru ini lebih pas kalau disebut Hermawan Kreatif!. Kreativitas lah yang membuat HK bisa seperti saat ini. Tidak hanya dikenal di Indonesia, tapi juga sampai mancanegara.

Dengan kreatif HK berhasil membuat Personal Branding yang sangat kuat. Citra merek pribadinya begitu kuat dan sangat jelas: HK is Marketing. Protolan ITS dan lulusan Ubaya ini bisa jadi contoh yang baik tentang Personal Branding dan tentu saja kreativitas.

Bicara tentang kreativitas, ternyata bagi HK, ada tiga hal yang memacunya: traveling, joking dan showering seperti yang ditulis oleh seorang blogger, Lambertus Hurek, dalam tulisannya ‘Hermawan Kartajaya Guru Marketing’.

Jelas, dengan kesempatan traveling yang begitu besar, HK punya kesempatan ‘Lirak Lirik’ yang lebih banyak. Seperti yang dikupas dalam ‘3 Jurus Berpikir Kreatif ala Creathinx’ (Jawa Pos, 30 Mei 2010), ‘Lirak Lirik’ sangat penting untuk memicu kreativitas. Untunglah HK juga ‘Mudah Terangsang’, sehingga apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan bahkan dicium bisa menjadi bahan tulisan yang tidak ada habisnya. HK tampaknya memang ‘Tidak Pernah Puas’.  

Lalu apa hubungan antara joking dan kreativitas?. Agar ‘Mudah Terangsang’ alias untuk melatih Pikiran Bawah Sadar, ada tiga hal yang bisa dilakukan: keluar dari rutinitas, melatih panca indra dan mencari possibilities. Salah satu cara mencari possibilities (selain dengan brainstorming, mind mapping dll) adalah terbiasa untuk berpikir lateral alias berpikir out of the box, di luar pakem. Nah, kebanyakan guyonan itu bukan seperti matematika yang jawabnya pasti, guyonan itu lebih mirip kreativitas yang mengandalkan pikiran bawah sadar.

Ada guyonan yang baru-baru ini beredar. Isinya tentang seorang pemilik toko pakaian yang pusing karena tetangga kirinya tiba-tiba membuka juga usaha sejenis dan memasang spanduk besar di depan tokonya ‘Produk Impor, Harga Bersaing’. Tak lama kemudian, tetangga sebelah kanannya juga ikut-ikut dan memasang spanduk ‘Model Terbaru, Kualitas Terjamin’. Punya ide apa kira-kira yang harus dilakukan oleh sang pemilik toko tadi?. Cobalah berpikir di luar pakem.

Kegemaran bercanda ini yang memacu HK selalu berpikir lateral.

Yang ketiga tentang Showering. Koq bisa mandi memacu kreativitas?. Masih ingat tentang tulisan ‘Kreatif Tanpa Mikir?’ (Jawa Pos, 8 September 2010). Semakin dipikir, ide kreatif tidak akan muncul. Itu pula yang ternyata dilakukan oleh HK. Dengan menyibukkan Loud Guy (pikiran sadar) untuk membersihkan tubuh, sang Quiet Guy  (pikiran bawah sadar) punya kesempatan untuk beraksi. Dan ‘Cling’, munculah ide-ide kreatif HK, termasuk mencantolkan dirinya pada sang maestro, Philip Kotler, sehingga kalau ahli pemasaran lain hanya dikenal di Indonesia, sang guru marketing ini dikenal secara global. Pengakuan sang maestro tentu saja sangat memperkuat positioning HK yang juga dinobatkan sebagai 50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing oleh The Chartered Institute of Marketing yang berkedudukan di Inggris.

Saya sempat buat wawancara imajiner dengan HK tentang masalah yang dihadapi pemilik toko yang kejepit tadi. Ini kata HK: pasang saja spanduk besar yang mencolok dengan tulisan ‘Pintu Masuk Di Sini!’.

Mau sekreatif HK?. Banyaklah jalan-jalan dan guyonan. Dan tentu saja jangan lupa mandi!.

Selamat  Pak Doktor Hermawan Kreatif!.

Hengki Setiawan, Creativity Booster & Trainer, Founder of Creathinx, Creative Learning Xtre.

Sunday, October 24, 2010

What are their comments about my presentation....

"...bukan hanya di teori Pak Hengki saja, tapi bener2 diaplikasikan oleh Pak Hengki dlm presentasinya. Keep up the good work!!!." (Alfiana, Markplus - Surabaya)

"Di luar mainstream ya, bener2 creativity yang digali...padahal hampir semua training yang lain lebih melatih logika..." (Rizal, Markplus - Surabaya)

Thursday, October 7, 2010

BOTIF: Bondo Kreatif!

(Dimuat di Jawa Pos, Rabu 6 Oktober 2010)

Kalau saya disuruh memilih siapa tokoh Indonesia yang patut mendapatkan Creativity Award, salah satunya adalah Ir. Ciputra. Mengapa?. Apa hubungan antara pebisnis kondang ini dengan kreativitas?.

Nah, mungkin harus diingat bahwa kreativitas itu ada dua macam: Artistic Creativity dan Idea Creativity  seperti yang dibahas di ‘Peterpon, Kreativitas dan Liburan’ (Jawa Pos, 14 Juni 2010).  Pak Ci, begitu dia biasa dipanggil,  memang tidak menggeluti industri kreatif tapi kalau soal menelorkan ide-ide kreatif beliau tidak perlu diragukan lagi.

Beruntunglah Surabaya karena juga kebagian sentuhan kreativitasnya. Bahkan salah satu ide Pak Ci yang sangat unik dihadirkan di Surabaya dengan mendirikan Universitas Ciputra (UC). Berbeda dengan universitas lain, UC tidak mendidik mahasiswanya untuk mencari pekerjaan setelah lulus, mereka harus bisa menciptakan lapangan kerja dengan menjadi entrepreneur.

Menurut Pak Ci, entrepreneur  mempunyai tiga ciri utama. Yang pertama, entrepreneur selalu ‘melirik’ ke depan.  Mereka mampu melihat peluang bisnis yang diabaikan oleh orang lain. Kedua, mereka adalah seorang inovator, yang mampu mewujudkan cita-cita kreatifnya. Yang terakhir, seorang entrepreneur  berani mengambil resiko yang terukur.

Dari ketiga ciri di atas terlihat, bahwa kreativitas begitu melekat dengan entrepreneur.

Karya-karya Pak Ci yang lain juga sarat dengan kreativitas. Selain UC, salah satu proyek Pak Ci yang fenomenal adalah Taman Impian Jaya Ancol. Secara kreatif, Pak Ci merubah tanah yang dulunya tak mempunyai nilai ekonomis, menjadi tempat rekreasi yang belum pernah ada di Indonesia dan sangat didambakan oleh masyarakat.Pak Ci secara jitu juga sudah memperhitungkan segala resiko yang muncul sehingga sampai saat ini pun Ancol masih menjadi salah satu tempat rekreasi populer di Jakarta.

Kalau dikaitkan dengan ‘Tiga Jurus Berpikir Kreatif Ala Creathinx’, Pak Ci pasti juga suka ‘Lirak-Lirik’, ‘Mudah Terangsang’ dan ‘Tidak Pernah Puas’.

Ancol, memang menjadi taman rekreasi pertama di Indonesia, tapi di luar negeri sudah hal yang jamak. Pak Ci tentu sudah lirak-lirik ke sana kemari sebelum menelorkan ide tersebut. Dan yang pasti kalau Pak Ci tidak mudah terangsang tentu apa yang dilihat juga akan lewat begitu saja. Ketajaman melihat peluang bisnis dan mengkalkulasi resiko yang membuat Pak Ci mewujudkan ide kreatifnya. 

Gabungan antara pemikiran kreatif, kemampuan untuk melihat peluang yang terabaikan dan keahlian mengelola resiko itulah Pak Ci. Setiap orang wajib memiliki ketiga hal ini untuk bisa sukses seperti dia. Tidak harus menunggu menjadi seorang entrepreneur. Pegawai perusahaan pun bisa menerapkan jurus ini kalau mau sukses baik untuk menyelesaikan tugas yang diberikan maupun untuk mengembangkan kariernya. Seorang bawahan yang kreatif akan bisa lebih mudah melihat peluang untuk bisa menjadi pimpinan. Apalagi kalau kalau dia sudah bisa mengkalkulasi resiko-resiko yang mungkin terjadi kalau dia mengajukan diri untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. 

Ketidakhadiran salah satu dari ketiga hal tersebut lah yang kebanyakan menjadi awal kegagalan. Seorang yang punya ide kreatif tapi tidak bisa diterima oleh pasar karena memang tidak dibutuhkan tentu akan menemui kegagalan.  Di sisi lain, seorang dengan ide kreatif yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat tapi kalau tidak bisa mengelola resiko (terutama resiko keuangan, misalnya salah mengkalkulasi harga atau return on investment) tentu juga akan berakhir sami mawon.

Sebaliknya, seorang yang mampu melihat peluang dan jago mengelola segala macam resiko, tentu tak akan bisa sukses kalau hanya menghadirkan ‘me too product’ alias menjadi pengekor.

Kreatif saja memang tidak cukup, tapi akan menjadi bondo (modal) yang penting. Nah, kalau selama ini arek Suroboyo dikenal sebagai BONEK sekarang saatnya kita mendeklarasikan diri sebagai BOTIF  alias Bondo Kreatif!.

Tuesday, September 7, 2010

Kreatif Tanpa Mikir

(Dimuat di Jawa Pos, Rabu 8 September 2010)
 
Salah satu slogan produk yang paling terkenal adalah Just Do It milik Nike. Sederhana tapi mengena. Kalau pakai Nike, mau apa saja tinggal lakukan. Dijamin nyaman. Tidak perlu bertanya, tidak usah mikir-mikir. Lakukan saja.

Ternyata untuk menjadi kreatif, bisa juga ‘tanpa mikir’.

Koq bisa?.

Kita mungkin pernah mengalami begitu susah berpikir mencari ide. Sudah ‘Lirak Lirik’ sana sini, sudah membuka pikiran dan hati supaya ‘Mudah Terangsang’, satu ide pun belum muncul. Padahal kita sudah 24 jam penuh berpikir keras untuk mencari ide, tapi ‘setane gak nemplek-nemplek’ alias tidak dapat wangsit.

Ternyata kesalahannya pada ’24 jam penuh berpikir keras’ tadi!.

Semakin dipikir, semakin tidak muncul-muncul idenya. Karena kreativitas itu bukan ilmu pasti. Kalau ditanya berapa 1+1, dengan cepat kita akan menjawab. Itu karena pikiran sadar kita yang bekerja. Tapi kalau soal cari ide, pikiran bawah sadarlah yang berperan.

Tidak jarang, ide yang cemerlang muncul begitu saja. Bahkan pada saat kita memikirkan hal lain. Seolah-olah kita mendapat wangsit atau bisikan dari alam lain.

Yang terjadi adalah Loud Guy (Pikiran Sadar) lagi sibuk sehingga Quiet Guy (Pikiran Bawah Sadar) punya kesempatan bicara alias menelorkan ide yang tidak kita duga-duga. Itu yang dikatakan oleh Prof. Richard Wiseman dalam buku :59 seconds.

Untuk bisa menelorkan ide cemerlang, kuncinya adalah bagaimana bisa membungkam Loud Guy, sehingga Quiet Guy bisa didengar bisikannya. Yang bisa dilakukan adalah membuatnya sibuk, dengan memberinya pekerjaan lain.

Jadi, kalau kita sedang mencari ide untuk nama anak, jangan terus-terusan berpikir tentang hal itu. Merenunglah sesaat tentang apa yang harus kita ‘cari’, lalu berikan otak kita tugas yang lain, misalnya main catur, mengisi teka teki atau menonton film. Kemudian cobalah untuk menuliskan apa kira-kira nama yang cocok untuk anak Anda. Aha, tiba-tiba begitu banyak nama yang muncul.

Dalam sebuah penelitian, dua kelompok diminta untuk mencari nama baru yang kreatif untuk pasta. Sebelumnya mereka diberi daftar nama pasta yang berakhiran dengan ‘i’ (spaghetii, macaroni, vermicelli dan lain-lain). Kelompok pertama diberi waktu 3 menit untuk berpikir sebelum mereka menuliskan apa nama yang mereka usulkan. Kelompok kedua, setelah diberi tugas, disuruh melupakan tentang nama pasta dan malahan diberi tugas yang membutuhkan pikiran yaitu bermain games di komputer. Di layar ada banyak titik yang bergerak, kalau titiknya berubah warna, mereka harus menekan tombol space. Ini adalah salah satu cara untuk menyibukkan Loud Guy.

Hasilnya?.

Ternyata kelompok pertama (yang diberi waktu tiga menit untuk berpikir) menciptakan nama pasta yang berakhiran dengan ‘i’ lebih banyak dari kelompok kedua. Sebaliknya, kelopok kedua menciptakan nama-nama pasta yang tidak biasa lebih banyak dari kelompok pertama. Artinya kelompok kedua menghasilkan nama-nama yang lebih kreatif.

Bagi orang tertentu, cara membungkam Loud Guy tersebut mungkin kurang ampuh. Kalau itu terjadi, yang bisa kita lakukan adalah menstimulasi pikiran bawah sadar dengan sesuatu yang kadang tidak berhubungan langsung. Misalnya kita sedang mencari ide untuk membuat sebuah situs yang unik yang tidak ada sebelumnya dan bakal ramai dikunjungi orang.

Cobalah ‘Lirak Lirik’ apa yang ada di sekeliling Anda. Apa yang Anda pakai, yang Anda makan, yang ada di lemari, yang ada di meja makan dan seterusnya. Tuliskan yang menarik perhatian Anda, misalnya: kacamata. Buat pertanyaan-pertanyaan apa saja tentang kacamata, yang aneh pun tidak masalah: kacamata.com?, jualan kacamata?, kacamata untuk anak?, kacamatakuda.com?, anti kacamata?. Coba carilah asosiasi atau keterkaitannya dengan hal-hal lain.

Atau bisa juga, buka halaman koran. Carilah kata-kata yang menarik perhatian secara random: yang ada di judul berita, yang berwarna mencolok, di bawah foto yang menarik dan lain-lain. Tuliskan semua kata-kata itu, lalu pilih kira-kira yang bisa dikembangkan dengan pertanyaan-pertanyaan seperti pada ‘kacamata’ tadi.

Setelah ketemu pilihan nama, tentu perlu dilakukan riset dan pemikiran lebih lanjut. Apakah sudah ada yang memakai nama tersebut, apa ada yang contentnya mirip, kira-kira akan diminati, siapa target marketnya dan seterusnya.

Selain dengan cara di atas, untuk menstimulasi kreativitas ternyata dapat juga dilakukan dengan memberi rangsangan yang tepat pada indera kita. Warna hijau ternyata punya pengaruh yang besar untuk memacu kreativitas. Begitu juga tanaman berwarna hijau.

Untuk memaksimalkan kreativitas, Prof. Richard Wiseman menyarankan untuk menaruh tanaman segar berwarna hijau di depan jendela atau di ruangan kita. Jangan hanya menaruh foto tanaman, tapi harus tanaman asli. Begitu juga kalau mau memacu kreativitas tim, gunakan map hijau, kursi hijau atau bahkan pakailah baju warna hijau.

Ini mungkin menjawab, mengapa para pelukis, penulis dan artis lainnya suka tinggal di daerah dengan pemandangan indah yang serba hijau. Ubud yang terkenal dengan alamnya yang asri dan hijau, menjadi gudang para seniman dari berbagai negara untuk tinggal dan menciptakan karya-karya kreatif di sana.

Tidak salah kalau semakin banyak taman di bangun di Surabaya. Selain menjadi paru-paru kota, ternyata hijaunya tanaman bisa memacu kreativitas. Semoga pemkot semakin banyak mengalokasikan dana untuk memperbanyak taman kota. Apalagi Ibu Risma sebentar lagi akan resmi menjadi Walikota. Dan masyarakat pun juga semakin getol menanam tanaman di sekitar rumahnya. Surabaya Green and Clean yang diprakarsai Jawa Pos pun bisa terus ditingkatkan.

Dengan demikian, warga Surabaya akan semakin kreatif. Bahkan tanpa mikir!.